REFLEKSI MINGGU KE 2
minggu ini, kami beserta kelompok melakukan observasi di sebuah SD di daerah wirosaban, atau dekat kampus IV UAD, yaitu SD N MENDUNGAN 2. kelompok kami terdiri dari 6 orang, yaitu :
1. Maulina Khairun Nisa
2. Rizka Novayanti
3. Yoshinta Devi
4. Rochmawati P.
5. Farah Maulida
6. Anis Saputri
saya akan berbagi cerita, dan berbagi pengalaman :
5.a. Mekanisme materi penyampaian oleh guru
penyampaian materi yang disampaikan oleh guru kepada murid-murud yaitu dengan cara membacakan materi pelajarannya, kemudan siswa mendengarkan, dan dilakukan tanya jawab secara spontan, dan dilanjutkan siswa membaca materi bacaan sendiri, kemudian mengerjaan soal latihan yang ada di buku.. dan mengulas kembali apa yang telah di baca dengan bahasanya anak masing-masing.. karena saat observasi di SD kemarin waktu mata pelajaran bahasa indonesia..
b. Penggunaan Media Pembelajaran
disini, karena katerbatasan fasilitas, tidak ada media elektronik dan kawan-kawan..
medianya hanya papan tulis di depan dan buku pelajaran, serta penjelasan dari guru.
c. Aktivitas Siswa dalam pembelajaran
saat saya dan teman-teman mengamati, aktivitas siswa di kelas, sangat beragam. saat guru membacakan naskah (materi) siswa mendengarkan, kemudian, saat tanya jawab, para siswa sangat aktiv dan menjawab semua pertanyaan dari guru, meski dengan cara lucu, menurut saya. karena tanpa mengacungkan jari tangan, asal ngomong, tetapi antusias mereka bsa di acungi jempol. walaupun terkadang masih ada yang rame saat guru menjelaskan.
d. efektivitas pembelajaran terkait metode dan media pembelajaran yang di gunakan
menurut saya, pembelajaran di sini sudah bagus, sudaah efektif, cuma kurang media pembelajarang yang lebih menarik terkait dengan media pembelajaran yang di gunakan.. agar siswa bisa terinspirasi dan bisa kreativ.
6.a. Kedudukan media sebagai alat komunikasi dalam pembelajaaran
media sangat membantu komunikasi antara guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
b. penggunaan media dalam pembelajaran
Media
pembelajaran yang beraneka ragam
jenisnya tentunyatidak akan digunakan seluruhnya secara
serentak dalam kegiatan pembelajaran, namun hanya beberapa saja. Untuk itu
perlu di lakukan pemilihan media tersebut. Agar pemilihan media pembelajaran
tersebut tepat, maka perlu dipertimbangkan faktor/kriteria-kriteria dan
langkah-langkah pemilihan media. Kriteria yang perlu dipertimbangkan guru atau
tenaga pendidik dalammemilih media
pembelajaran menurut Nana Sudjana (1990: 4-5) yakni 1) ketepatan media dengan
tujuan pengajaran; 2) dukungan terhadap isi bahan pelajaran; 3) kemudahan
memperoleh media; 4) keterrampilan guru dalam menggunakannya; 5) tersedia waktu
untuk menggunakannya; dan 6) sesuai dengan taraf berfikir anak. Sepadan dengan
hal itu I Nyoman Sudana Degeng (1993; 26-27) menyatakan bahwa ada sejumlah
faktor yang perlu dipertimbangkan guru/pendidik dalam memilih media
pembelajaran, yaitu: 1) tujuan instruksional; 2) keefektifan; 3) siswa; 4) ketersediaan;
5) biaya pengadaan; 6) kualitas teknis. Selanjutnya menurut Basuki Wibawa dan Farida
Mukti (1992/1993: 67-68) kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan
media yaitu: 1) tujuan; 2) karakteristik siswa; 3) alokasi waktu; 4)
ketersediaan; 5) efektivitas; 6) kompatibilitas; dan 7) biaya.
Berkaitan dengan pemilihan media
ini, Azhar Arsyad (1997: 76-77) menyatakan bahwa kriteria memilih media yaitu:
1) sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai; 2) tepat untuk mendukung isi
pelajaran; 3) praktis, luwes, dan tahan; 4) guru terampil menggunakannya; 5)
pengelompokan sasaran; dan 6) mutu teknis. Selanjutnya Brown, Lewis, dan
Harcleroad (1983: 76-77) menyatakan bahwa dalam memilih media perlu
mempertimbangkan kriteria sebagai berikut: 1) content; 2) purposes; 3) appropriatness; 4) cost; 5) technical quality;
6) circumstances of uses; 7) learner verification, and 8) validation.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat
ditegaskan bahwa pada prinsipnya pendapat-pendapat tersebut memiliki kesamaan
dan saling melengkapi. Selanjutnya menurut hemat penulis yang perlu
dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu tujuan pembelajaran, keefektifan,
peserta didik, ketersediaan, kualitas teknis, biaya, fleksibilitas, dan
kemampuan orang yang menggunakannya serta alokasi waktu yang tersedia. Untuk
memperoleh gambaran yang jelas tentang hal ini akandiuraikan sebagai berikut:
1.Tujuan
pembelajaran. Media hendaknya
dipilih yang dapat menunjang pencapaian tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan sebelumnya, mungkin adasejumlah alternatif yang dianggap cocok untuk tujuan-tujuan itu. Sedapat
mungkin pilihlah yang paling cocok. Kecocokan banyak ditentukan oleh kesesuaian
karakteristik tujuan yang akan dicapai dengan karakteristik media yang akan
digunakan.
2.Keefektifan. Dari beberapa alternatif media yang sudah dipilih, mana yangdianggap paling efektif untuk mencapaitujuan yang telah ditetapkan.
3.Peserta didik.
Ada beberapa pertanyaan yang bisa diajukan ketika kita memilih media
pembelajaran berkait dengan peserta didik, seperti: apakah media yang dipilih
sudah sesuai dengan karakteristik peserta didik, baik itu kemampuan/taraf
berpikirnya, pengalamannya, menarik tidaknya media pembelajaran bagi peserta
didik? Digunakan untuk peserta didikkelas dan jenjangpendidikan yang
mana? Apakah untuk belajar secara individual, kelompok kecil, atau kelompok
besar/kelas? Berapa jumlahpeserta didiknya? Di mana lokasinya?
Bagaimana gaya
belajarnya? Untuk kegiatan tatap muka atau jarak jauh? Pertanyaan-pertanyaan
tersebutperlu dipertimbangkan ketika
memilih dan menggunakan media dalam kegiatan pembelajaran.
4.Ketersediaan. Apakahmedia yang diperlukan itu sudah tersedia? Kalu belum, apakah media itu
dapat diperoleh dengan mudah? Untuk tersedianya media ada beberapa alternatif
yang dapat diambil yaitu membuat sendiri, membuat bersama-sama dengan peserta
didik, meminjam menyewa, membeli dan mungkin bantuan.
5.Kualitas teknis. Apakah media media yang dipilih itu kualitas
baik? Apakah memenuhi syarat sebagai media pendidikan? Bagaimana keadaan daya
tahan media yang dipilih itu?
6.Biaya pengadaan. Bila memerlukan biaya untuk pengadaan media,
apakah tersedia biaya untuk itu? Apakah yang dikeluarkan seimbang dengan
manfaat dan hasil penggunaannya? Adakah media lain yang mungkin lebih murah,
tetapi memiliki keefektifan setara?
7.Fleksibilitas
(lentur), dan kenyamanan media. Dalam memilih media harus dipertimbangkan kelenturan dalam arti dapat
digunakan dalam berbagai situasi dan pada saat digunakan tidak berbahaya.
8.Kemampuan orang yang
menggunakannya. Betapapun
tingginya nilai kegunaan media, tidak akan memberi manfaat yang banyak bagi orang
yang tidak mampu menggunakannya.
9.Alokasi waktu,waktu
yang tersedia dalam proses pembelajaran akan berpengaruh terhadap penggunaan
media pembelajaran. Untuk itu ketika memilih media pembelajaran kita dapat
mengajukan beberapa pertanyaan seperti; apakah dengan waktu yang tersedia cukup
untuk pengadaan media, apakah waktu yang tersedia juga cukup untuk
penggunaannya.
LANGKAH-LANGKAH
PEMILIHAN MEDIA
Ada beberapa langkah yang
dapat ditempuh dalam pemilihan media pembelajaran. Pendapat Gagne dan Briggs yang
dikutip oleh Mohammad Ali(1984: 73)
menyarankan langkah-langkah dalam memilih media pengajaran yaitu: 1) merumuskan
tujuan pembelajaran, 2) mengklasifikasi tujuan berdasarkan domein atau tipe
belajar, 3) memilih peristiwa-peristiwa pengajaran yang akan berlangsung, 4) Menentukan
tipe perangsang untuk tiap peristiwa, 5) mendaftar media yang dapat digunakan
pada setiap peristiwa dalam pengajaran, 6) Mempertimbangkan (berdasarkan nilai
kegunaan) media yang dipakai. 7) Menentukan media yang terpilih akan digunakan,
8) menulis rasional (penalaran) memilih media tersebut, 9) Menuliskan tata cara
pemakaiannya pada setiap peristiwa, dan 10) Menuliskan script pembicaraan dalam
penggunaan.media. Selaras dengan hal tersebut, Anderson (1976) menyarankan langkah-langkah
yang perlu ditempuh dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu:
1.Langkah 1: Penerangan atau Pembelajaran
Langkah pertama menentukan apakah
penggunaan media untuk keperluan informasi atau pembelajaran. Media untuk
keperluan informasi, penerima informasi tidak ada kewajiban untuk dievaluasi
kemampuan/keterampilannya dalam menerima informasi, sedangkankan media untuk
keperluan pembelajaran penerima pembelajaran harus menunjukkan kemampuannya
sebagai bukti bahwa mereka telah belajar.
2.Langkah
2: Tentukan Transmisi Pesan
Dalam kegiatan ini kita sebenarnya
dapat menentukan pilihan, apakah dalam proses pembelajaran akan digunakan ‘alat
bantu pengajaran’ atau ‘media pembelajaran’. Alat bantu pengajaran alat yang
didesain, dikembangkan, dan diproduksi untuk memperjelas tenaga pendidik dalam
mengajar. Sedangkan media pembelajaran adalah media yang memungkinkan
terjadinya interaksi antara produk pengembang media dan peserta didik/pengguna.
Atau dengan kata lain peran pendidik sebagai penyampai materi pembelajaran
digantikan oleh media.
3.Langkah 3: Tentukan Karakteristik Pelajaran
Asumsi kita bahwa kita telah
menyusun disain pembelajaran, dimana kita telah melakukan analisis tentang
mengajar, merumuskan tujuan pembelajaran, telah memilih materi dan metode.
Selanjutnya perlu dianalisis apakah tujuan pembelajaran yang telah ditentukan
itu termasuk dalam ranah kognitif, afektif atau psikomotor. Masing-masing ranah
tujuan tersebut memerlukan media yang berbeda.
4.Langkah 4: Klasifikasi Media
Media dapat diklasifikasikan sesuai
dengan ciri khusus masing-masing media. Berdasarkanpersepsi dria manusia normal media dapat diklasifikasikan menjadi media
audio, media video, dan audio visual.Berdasarkan ciri dan bentuk fisiknya media
dapat dikelompokkan menjadi media proyeksi (diam dan gerak) dan media non
proyeksi (dua dimensi dan tiga dimensi). Sedangkan jika diklasifikasikan
berdasarkan keberadaannya, media dikelompokkan menjadi dua yaitu media yang
berada di dalam ruang kelas dan media-media yang berada di luar ruang kelas.Masing-masing media tersebut memiliki
kelebihan dan kekurangan bila dibandingkan dengan media lainnya.
5.Langkah 5: Analisis karakteristik
masing-masing media. Media pembelajaran yang banyak macamnya perlu dianalisis
kelebihan dan kekurangannya dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan.Pertimbanganpula dari aspek ekonomi dan ketersediaannya.
Dari berbagai alternatif kemudian dipilih media yang paling tepat.
PRINSIP-PRINSIP PENGGUNAAN
MEDIA PEMBELAJARAN
Penggunaan media pembelajaran dalam proses
pembelajaran akan memberi kontribusi terhadap efektivitas pencapaian
tujuan pembelajaran. Berbagai hasil penelitian pada intinya menyatakan bahwa
berbagai macam media pembelajaran memberikan bantuan sangat besar kepada
peserta didik dalam proses pembelajaran. Namun demikian peran tenaga pengajar
itu sendiri juga menentukan terhadap efektivitas penggunaan media dalam
pembelajaran. Peran tersebut tercermin dari kemampuannya dalam memilih media
yang digunakan.
Penggunaan media pembelajaran
dalam proses pembelajaran perlu mempertimbangkan beberapa prinsip, yaitu:
1.Tidak ada satu media pun yang paling baik untuk semua
tujuan. Suatu media hanya cocok untuk tujuan pembelajaran tertentu, tetapi
mungkin tidak cocok untuk pembelajaran yang lain.
2.Media adalah bagian integral dari proses
pembelajaran. Hal ini berarti bahwa media bukan hanya sekedar alat bantu
mengajar guru saja, tetapi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses
pembelajaran. Penetapan suatu media haruslah sesuai dengan komponen lain dalam
perancangan pembelajaran. Tanpa alat bantu mengajar mungkin pembelajaran tetap
dapat berlangsung, tetapi tanpa media itu tidak akan terjadi.
3.Media apapun yang hendak digunakan,
sasaran akhirnya adalah untuk memudahkan belajar peserta didik. Kemudahan
belajar peserta didik haruslah dijadikan acuan utama pemilihan dan penggunaan
suatu media.
4.Penggunaan berbagai media dalam satu kegiatan
pembelajaran bukan hanya sekedar selingan/pengisi waktu atau hiburan, melainkan
mempunyai tujuan yang menyatu dengan pembelajaran yang berlangsung.
5.Pemilihan media hendaknya objektif, yaitu
didasarkanpada tujuan pembelajaran,
tidak didasarkan pada kesenangan pribadi tenaga pengajar.
6.Penggunaan beberapa media sekaligus akan dapat
membingungkan peserta didik. Penggunaan multi media tidak berarti menggunakan
media yang banyak sekaligus, tetapi media tertentu dipilih untuk tujuan
tertentu dan media yang lain untuk tujuan yang lain pula.
7.Kebaikan dan kekurangan media tidak
tergantung pada kekonkritan dan keabstrakannya saja. Media yang konkrit
ujudnya, mungkin sukar untuk dipahami karena rumitnya, tetapi media yang abstrk
dapat pula memberikan pengertian yang tepat.
POLA PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN
Secara umum pola
penggunaan media pembelajaran dikelompokkan menjadi dua yaitu pola penggunaan di
dalam kelas dan pola penggunaan di luar kelas. Pola penggunaan di dalam kelas
atau pada pembelajaran tatap muka, media pembelajaran digunakan untuk menunjang
penyajian materi pembelajaran sehingga lebih mudah dipahami peserta didik yang
pada akhirnya tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dapat tercapai dengan
baik. Sedangkan pola penggunaan media pembelajaran di luar kelas, media pada
umumnya digunakan untuk belajar mandiri dan belajar jarak jauh. Media yang
digunakan antara lain modul, kaset/CD, VCD dan internet.
LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN
Media
pembelajaran yang telah dipilih agar dapat digunakan secara efektif dan efisien
perlu menempuh langkah-langkah secara sistematis. Ada tiga langkah yang pokok
yang dapat dilakukan yaitu persiapan, pelaksanaan/penyajian, dan tindak lanjut.
1. Persiapan
Persiapan
maksudnya kegiatan dari seorang tenaga pengajar yang akan mengajar dengan
menggunakan media pembelajaran. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan tenaga
pengajar pada langkahpersiapan
diantaranya: a) membuat rencana pelaksanaan pembelajaran/perkuliahan
sebagaimana bila akan mengajar seperti biasanya. Dalam rencana pelaksanaan
pembelajaran/perkuliahan cantumkan media yang akan digunakan. b) mempelajari
buku petunjuk atau bahan penyertayang
telah disediakan, c) menyiapkan dan mengatur peralatan yang akan digunakan agar
dalam pelaksanaannya nanti tidak terburu-buru dan mencari-cari lagi serta peserta
didik dapat melihat dan mendengar dengan baik.
2.Pelaksanaan/Penyajian
Tenaga Pengajar
pada saat melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran perlu
mempertimbangkan seperti: a) yakinkan bahwa semua media dan peralatan telah
lengkap dan siap untuk digunakan. b) jelaskan tujuan yang akan dicapai, c)
jelaskan lebih dahulu apa yang harus dilakukan oleh peserta didik selama proses
pembelajaran, d) hindari kejadian-kejadian yang sekiranya dapat mengganggu
perhatian/konsentrasi, dan ketenanganpeserta didik.
3. Tindak lanjut
Kegiatan ini perlu
dilakukan untuk memantapkan pemahaman peserta didik tentang materi yang dibahas
dengan menggunakan media. Disamping itu kegiatan ini dimaksudkan untuk mengukur
efektivitas pembelajaran yang telah dilakukannya. Kegiatan-kegiatan yang dapat
dilakukan diantaranya diskusi, eksperimen, observasi, latihan dan tes.
7. KESIMPULAN
a. ciri-ciri media dalam pembelajaran
Media Pembelajaran
bermacam-macam setiap media memiliki karakteristiknya masing-masing.
Berdasarkan perkembangan teknologi, media pembelajaran dikelompokkan
kedalam empat kelompok yaitu:
1. Media hasil teknologi cetak
Media
Pembelajaran yang menggunakan teknologi cetak adalah cara untuk
menghasilkan atau menyampaikan materi melalui buku dan materi visual
statis terutama melalui proses percetakan mekanis atau photografis,
contohnya antara lain: teks, grafik, foto atau representasi fotografik.
Karakteristik media pembelajaran hasil cetak antara lain :
Teks dibaca secara linear
Menampilkan komunikasi secara satu arah dan reseptif
Ditampilkan secara statis atau diam
Pengembangannya sangat tergantung kepada prinsip-prinsip pembahasan
Berorientasi atau berpusat pada siswa. Pendekatan yang berorientasi
pada siswa adalah pendekatan dalam belajar yang ditekankan pada
ciri-ciri dan kebutuhan siswa secara individual. Sedang lembaga
pendidikan dan para guru hanya berfungsi dan berperan sebagai
fasilitator saja. Sistem pendekatan yang berorientasi pada siswa ini
didesain sedemikian rupa. Sehingga siswa dapat belajardengan sistem
yang luwes yang diarahkan agar siswa dapat membentuk gaya belajarnya
masing masing. Dalam hal ini guru dan lembaga berperan sebagai
penunjang, fasilitator dan penyemangat siswa yang sedang belajar.
Informasi dapat diatur atau ditata ulang oleh pemakai
2. Media hasil teknologi audio-visual
Media
Pembelajaran menggunakan Teknologi audi-visual adalah suatu cara
menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan
elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio-visual, penyajian
pengajaran secara audio-visual jelas bercirikan pemakaian perangkat
keras selama proses pembelajaran, seperti , mesin proyektor film, tape
recorder, proyektor visual yang lebar. Karakteristik media ini adalah :
Bersifat linear
Menyajikan visual yang dinamis
Digunakan dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya oleh perancang
Merupakan representasi fisik dari gagasan real atau abstrak
Dikembangkan menurut prinsip psikologis behafiorisme dan kognitif
Berorientasi pada guru, pendekatan yang berorientasi pada guru atau
lembaga adalah sistem pendidikan yang konvensional dimana hampir
seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan penuh oleh para guru dan
staf lembaga penndidikan. Dalam sistem ini guru mengkomunikasikan
pengethuannya kepada siswa dalam bentuk pokok bahasan dalam beberapa
macam bentuk silabus. Biasanya pembalajaran berlangsung dan selesai
dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan metode mengajar yang dipakai
tidak beragam bentuknya, biasanya menggunakan metode ceramah dengan
pertemuan tatap muka (face to face)
3. Media hasil teknologi yang berdasarkan computer
Teknologi
berbasis computer merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi
dengan menggunakan sumber-suber yang berbasis micro-prosesor.Berbagai
aplikasi teknologi berbasis komputer dalam pembelajaran ummum nya
dikenalsebagai computer assisted instruction. Aplikasi tersebut apabila
dilihat dari cara penyajian dan tujuan yang ingin dicapai melipiti
tutorial,penyajian materi secara bertahap, drills end practice latihan
untuk membantu siswa menguasai materi yang telah dipelajari sebelumnya,
permainan dan simulasi (latihan untuk mengaplikaskan pengetahuan dan
keterampilan yang baru dipelajari dari, dan basis data (dari berbagai
sumber ). Karakteristik media hasil teknologi yang berdasarkan computer:
Dapat digunakan secara acak, non-sekuensial atau secara linear
Dapat digunakan sesuai keinginan siswa atau perancang
gagasan disajikan dalam gaya abstrak dengan simbol dan grafik
Prinsip-prinsip ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini
Beroriatasi pada siswa dan melibatkan interaktifitas siswa yang tinggi
Media hasil gabungan tenologi cetak dan teknologi computer
Teknologi gabungan adalah cara
unntukmenghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian
beberapa bentuk media yang dikendalikan komputer. Komputer yang
memiliki kemampuan yang hebat seperti jumlah random akses memori yang
besar, hard disk yang besar, dan monitor yang beresolusi tinggi
ditambah dengan pararel (alat-alat tambahan), seperti: vidio disk
player, perangkat keras untuk bergabung dalam suatu jaringan dan sistem
audio.
Dapat digunkan secara acak, sekuensial, linear
Dapat digunakan sesuai keinginan siswa, bukan saja dengan direncanakan dan diinginkan oleh perancangnya
Gagasan disajikan secara realistik sesuai dengan pengalaman siswa,
menurut apa yang relefan dengan siswa dan dibawah pengendalian siswa
Prinsip ilmu kognitif dan konstruktifisme ditetapkan dalampengembangan dan penggunaanpelajaran
Pembelajaran ditata dan terpusat pada lingkup kognitif sehingga pengetahuan dikuasai jika pengetahuan itu digunakan
Bahan-bahan pelajaran melibatkan interaktif siswa
Bahan-bahan pelajaran memadukan kata dan visual dari berbagai sumber
Selain pembagian itu ada lagi pembagian media pembelajaran menurut jenis, daya liput, dan bahannya.
b. FUNGSI DAN MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN .
Fungsi
Atensi
Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan
perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan
makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Seringkali
pada awal pelajaran siswa tidak tertarik dengan materi pelajaran atau mata
pelajaran itu merupakan salah satu pelajaran yang tidak disenangi oleh mereka
sehingga mereka tidak memperhatikan. Media gambar khususnya gambar yang
diproyeksikan melalui overhead projector dapat menenangkan dan mengarahkan
perhatian mereka kepada pelajaran yang akan mereka terima. Dengan demikian,
kemungkinan untuk memperoleh dan mengingat isi pelajaran semakin besar.
Fungsi
Afektif
Media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar
(atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah
emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah social atau
ras.
Fungsi
Kognitif
Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang
mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaiaan tujuan
untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
Fungsi
Kompensatoris
Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian
bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa
yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya
kembali. Dengan kata lain, media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasikan
siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan
dengan teks atau disajikan secara verbal.[3]
Media pembelajaran, menurut Kemp & Dayton (1985:28), dapat memenuhi
tiga fungsi utama apabila media itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau
kelompok pendengar yang besar jumlahnya, yaitu :
Memotivasi
minat atau tindakan,
Menyajikan
informasi,
Memberi
instruksi.
Untuk memenuhi fungsi motivasi, media pembelajaran dapat direalisasikan
dengan teknik drama atau hiburan. Hasil yang diharapkan adalah melahirkan minat
dan merangsang para siswa atau pendengar untuk bertindak (turut memikul
tanggung jawab, melayani secara sukarela, atau memberikan subangan material).
Pencapaian tujuan ini akan memperngaruhi sikap, nilai, dan emosi.
Untuk tujuan informasi, media pembelajaran dapat digunakan dalam rangka
penyajian informasi dihadapan sekelompok siswa. Isi dan bentuk penyajian
bersifat amat umum, berfungsi sebagai pengantar, ringkasan laporan, atau
pengetahuan latar belakang. Penyajian dapat pula berbentuk hiburan, drama, atau
teknik motivasi. Ketika mendengar atau menonton bahan informasi, para siswa
bersifat pasif. Partisipasi yang diharapkan dari siswa hanya terbatas pada
persetujuan atau ketidaksetujuan mereka secara mental, atau terbatas pada
perasaan tidak/kurang senang, netral, atau senang.
Media berfungsi untuk tujuan instruksi di mana informasi yang terdapat
dalam media itu harus melibatkan siswa baik dalam benak atau mental maupun
dalam bentuk aktivitas yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi. Materi
harus dirancang secara lebih sistematis dan psikologis dilihat dari segi
prinsip-prinsip belajar agar dapat menyiapkan instruksi yang efektif. Di samping
menyenangkan, media pembelajaran harus dapat memberikan pengalaman yang
menyenangkan dan memenuhi kebutuhan perorang siswa
MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN
Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:
Memperjelas
penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk
kata-kata tertulis atau lisan belaka).
Mengatasi
keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya:
a.Objek yang terlalu besar, bisa
digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model;
b.Objek yang kecil-dibantu dengan
proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar;
c.Gerak yang terlalu lambat atau
terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography;
d.Kejadian atau peristiwa yang
terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film
bingkai, foto maupun secara verbal;
e.Objek yang terlalu kompleks
(misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain,
dan
f.Konsep yang terlalu luas (gunung
berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat di visualkan dalam bentuk film,
film bingkai, gambar, dan lain-lain.
Penggunaan
media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif
anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk:
a.Menimbulkan kegairahan belajar;
b.Memungkinkan interaksi yang lebih
langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan;
c.Memungkinkan anak didik belajar
sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
Dengan
sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman
yang berbeda,, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama
untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya
itu harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebihsulit bila latar belakan lingkungan guru
dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media
pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam:
Dale (1969:180) mengemukakan bahwa bahan-bahan audio-visual dapat
memberikan banyak manfaat asalkan guru berperan aktif dalam proses
pembelajaran. Hubungan guru-siswa tetap merupakan elemen paling penting dalam
system pendidikan modern saat ini. Guru harus selalu hadir untuk menyajikan
materi pelajaran dengan bantuan media apa saja agar manfaat berikut ini dapat
terealisasi:
Meningkatkan
rasa saling pengertian dan simpati dalam kelas;
Membuahkan
perubahan signifikan tingkah lalu siswa;
Menunjukkan
hubungan antar mata pelajaran dan kebutuhan dan minta siswa dengan meningkatnya
motivasi belajar siswa;
Membawa
kesegaran dan variasi bagi pengalaman belajar siswa;
Membuat
hasil belajar lebih bermakna bagi berbagai kemampuan siswa;
Mendorong
pemanfaatan yang bermakna dari mata pelajaran dengan jalan melibatkan
imajinasi dan partisipasi aktif yang mengakibatkan meningkatnya hasil
belajar;
Memberikan
umpan balik yang diperlukan yang dapat membantu siswa menemukan seberapa
banyak telah mereka pelajar;
Melengkapi
pengalaman yang kaya dengan pengalaman itu konsep-konsep yang berkala
dapat kembangkan;
Memperluas
wawasan dan pengalaman siswa yang mencerminkan pembelajaran nonverbalistik
dan membuat generalisasi yang tepat;
Meyakinkan
diri bahwa urutan dan kejelasan pikiran yang siswa butuhkan jika mereka
membangun struktur konsep dan system gagasan yang bermakna.
Sudjana dan Rivai (1992;2) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam
proses belajar siswa, yaitu:
Pembelajaran
akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi
belajar;
Bahan
pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh
siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran;
Metode
mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal
melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru
tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam
pelajaran;
Siswa
dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya
mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati,
melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain.
Encyclopedei of
Educational Research dalam Hamalik (1994:15) merincikan manfaat media
pendidikan sebagai berikut:
Meletakkan
dasar-dasar yang konkret untuk berpikir, oleh karena itu mengurangi
verbalisme.
Memperbesar
perhatian siswa.
Meletakkan
dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, oleh karena itu
membuat pelajaran lebih mantap.
Memberikan
pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di
kalangan siswa.
Menumbuhkan
pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar hidup.
Membantu
tubuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
Memberikan
pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain, dan membantu
efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar.
KEKURANGAN DAN KELEBIHAN MASING-MASING MEDIA
KELEMAHAN DAN KELEBIHAN MASING MASING MEDIA PEMBELAJARAN
JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
Cetak,Transparansi,Audio,Slide,Suara,Video,Multimedia,InteraktifE-learning
CETAK
Kelebihan,
MurahDapat
diakses oleh kalangan luasTidak memerlukan peralatanBersifat fleksibel,
mudah dibawa ke mana-manaDapat digunakan untuk menyampaikan semua materi
pembelajaranBisa dibaca di mana saja dan kapan saja, tidak terikat tempat dan waktu
Kelemahan,
Membutuhkan
reading habitsMembutuhkan pengetahuan awal (prior knowledge)Kurang bisa
membantu daya ingatApabila penyajiannya (font, warna, ilustrasi) tidak
menarik, akan cepat membosankan
TRANSPARANSI
Kelebihan,
penggunaannya
praktistidak memerlukan ruang gelap. Karena itu siswa atau peserta
didik dapat melihatnya sambil mencatatmudah dioperasikan, sehingga
tidak memerlukan operator khususguru dalam menyajikannya dapat bertatap
muka dengan siswa/peserta didik.
Kelemahan,
memerlukan
peralatan khusus untuk penampilan, yaitu Overhead Projector
(OHP)memerlukan penataan yang khususmemerlukan kecakapan khusus dalam
pembuatannyamenuntut cara kerja yang sistematis karena susunan
urutannya mudah kacau.
AUDIOI
Kelebihan,
majinatifIndividualRelatif
lebih murahMobileDapat merangsang partisipasi aktif pendengarnyaSangat
tepat untuk materi musik dan bahasaMengatasi batas waktu dan
ruangRadio: aktual, dapat menjangkau khalayak luas, siaran langsung,
tidak dapat diulangKaset: dapat diputar ulang, dapat digunakan untuk
merekam ulang
Kelemahan,
Komunikasi
satu arahAbstrak, terutama berkaitan dengan angka, ukuran, penghitungan
dllAuditif, sehingga membutuhkan konsentrasi dalam mendengarkanRadio:
tidak bisa diulang, kontrol ada pada stasiun radio, rentan cuaca, kalau
tidak menarik pendengar beralih stasiun lainKaset: bisa terhapus, bisa
kusut, tdk bisa disimpan lama
SLIDE SUARA
Kelebihan,
Dapat
digunakan dalam kelompok besar (kelas)Dapat memusatkan perhatianDi
bawah kontrol guruDapat digunakan untuk menyampaikan berbagai materi
pembelajaranTahan lama (awet)Penyimpanannya mudah
Kelemahan,
Gambar
yang lepas menjadikannya mudah hilangHanya menyajikan gambar
diamMemerlukan ruangan yang gelap, sehingga tidak ada aktifitas
lainBiaya pembuatannya mahalMemerlukan peralatan Proyektor Slide dan
Kaset playerHarga peralatan mahalSuku cadang semakin susah didapatkan
MULTI MEDIA
Kelebihan,
InteraktifIndividualFleksibelCost effectiveness MotivasiUmpan balikRecord keepingKontrol ada pada pengguna
Kelemahan,
Hanya
akan berfungsi untuk hal-hal sebagaimana yang telah
diprogramkanMemerlukan peralatan (komputer) multimediaPerlu persyaratan
minimal prosesor, memori kartu grafis dan monitorPerlu kemampuan
pengoperasian, untuk itu perlu ditambahkan petunjuk
pemanfaatanPengembangannya memerlukan adanya tim yang
profesionalPengembangannya memerlukan waktu yang cukup lamaTidak punya
sentuhan manusiawi
E-LEARNING
Kelebihan,
cepatdanbisadisesuaikandenganwaktuyang tersedia
hematbiayadanbebasresiko
senantiasaterbarukan(up to date)
konsisten dan mudah dipelajari/digunakan
interaktifdankolaboratif
Kelemahan,
ketergantugan yang tinggi pada ketersediaan dukungan sarana teknologi
harus disesuaikan benar dengan sistem dan kondisi yang ada
membutuhkan pelatihan untuk menjalankanya
membutuhkan dukungan SDM yang profesional untuk mengoperasionalkanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar