Jumat, 12 Oktober 2012
REFLEKSI MINGGU KE 5
YANG SAYA PEROLEH HARI INI
1. saya sebagai ketua alhamdulilah mampu menghandel anggota saya untuk mampu melaksanakan tugas masing-masing.
2. kami satu kelompok mampu membuat storyboard.
YANG BELUM tDIPAHAMI
1. cara pembuatan storyboard sedikit membuat kelomppok kami bingung, dan sedikit plonga plongo dan melototi laptop, dan sempat dimarahin sama pak dosen juga. hihii
YANG HARUS SAYA LAKUKAN
1. belajar
2. berusaha datang tepat waktu
KEKHAWATIRAN
saya kurang mengerti dengan mata kuliah ini, sedikit membingungkan saya. dan saya bingung dengan cara pembuatan makromediaflash. khawatir kurang paham mengikuti kegiatan perkuliahan.
HARAPAN
saya berharap minggu besok saya tidak terlambat lagi dan berusaha mmengikuti perkuliahan. dan bisaa lebih dong.
1. saya sebagai ketua alhamdulilah mampu menghandel anggota saya untuk mampu melaksanakan tugas masing-masing.
2. kami satu kelompok mampu membuat storyboard.
YANG BELUM tDIPAHAMI
1. cara pembuatan storyboard sedikit membuat kelomppok kami bingung, dan sedikit plonga plongo dan melototi laptop, dan sempat dimarahin sama pak dosen juga. hihii
YANG HARUS SAYA LAKUKAN
1. belajar
2. berusaha datang tepat waktu
KEKHAWATIRAN
saya kurang mengerti dengan mata kuliah ini, sedikit membingungkan saya. dan saya bingung dengan cara pembuatan makromediaflash. khawatir kurang paham mengikuti kegiatan perkuliahan.
HARAPAN
saya berharap minggu besok saya tidak terlambat lagi dan berusaha mmengikuti perkuliahan. dan bisaa lebih dong.
Kamis, 11 Oktober 2012
TUGAS RANGKUMAN MINGGU KE-4
3.A
KONSEP DAN APLIKASI MEDIA PEMBELAJARAN
1. PEMBELAJARAN SEBAGAI PROSES KOMUNIKASI
Pembelajaran dapat melibatkan dua pihak yaitu siswa sebagai
pembelajar dan guru sebagai fasilitator.
Sesuatu dikatakan hasil belajar kalau memenuhi
beberapa ciri berikut : (1) belajar sifatnya disadari, (2) hasil belajar
diperoleh dengan adanya proses,(3) Belajar membutuhkan interaksi,
proses pembelajaran merupakan proses
komunikasi, artinya didalamnya terjadi proses penyampaian pesan dari
seseorang (sumber pesan) kepada seseorang atau sekelompok orang
(penerima pesan). Komunikasi
merupakan sebuah sistem yang didalamnya terdapat beberapa
komponen yang terlibat, diantaranya komunikator, komunikan,
channel, message, feed back dan noise /barier.
Factor yang dapat mempengaruhi efektivitas sebuah komunikasi
Kemampuan berkomunikasi penyampai pesan, (2) Sikap dan pandangan penyampai pesan kepada penerima pesan dan sebaliknya. (3) Tingkat pengetahuan baik penerima maupun penyampai pesan.(4) Latar belang sosial budaya dan ekonomi penyampai pesan serta penerima pesan
B. KEDUDUKAN MEDIA DALAM SISTEM PEMBELAJARAN
Pembelajaran dikatakan
sebagai sistem karena didalamnya mengandung komponen yang saling
berkaitan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Komponen – komponen tersebut meliputi : tujuan, materi, metode, media dan evaluasi.
C. PENGERTIAN MEDIA
Media adalah perantara atau pengantar yang dimanfaatkan untuk keperluan
pembelajaran serta menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa rangka mencapai tujuan pembelajaran.
D. MANFAAT MEDIA
1. memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
2. mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
3. menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid
dengan sumber belajar.
4. memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan
kemampuan visual, auditori & kinestetiknya.
5. memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman &
menimbulkan persepsi yang sama.
E. PROSEDUR PENGEMBANGAN MEDIA
langkah-langkah dalam perencanaan media
(1). Identifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) Perumusan tujuan instruksional (instructional objective), (3) Perumusan butir-butir materi yang terperinci, (4) Mengembangkan alat pengukur keberhasilan, (4) menuliskan naskah
media, (5) merumuskan instrumen dan tes dan revisi. Untuk lebih jelasnya, lihatlah pada flow chart berikut ini.
A. Penulisan Garis Besar Program Media (GBPM)
GBPM merupakan petunjuk yang dijadikan pedoman oleh para penulis naskah di dalam penulisan naskah program media. GBPM dibuat dengan
mengacu pada analisis kebutuhan, tujuan, dan materi. GBPM disusun setelah dilakukan telaah topik yang akan dibuat programnya.
3.B
LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
Kegiatan pengembangan media pembelajaran terdiri atas 3 langkah besar yang harus diakui, yaitu ; kegiatan perencanaan, produksi dan penilaian.
Arief Sudiman dkk memberikan urutan langkah-langkah yang harus di ambil dalam pengembangan program media menjadi 6 langkah, yaitu ;
1. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa.
2. Merumuskan buti-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan.
3. Merumuskan tujuan instruksional dengan operasional dan khas.
4. Mengembangkan alat pengukur keberhasilan.
5. Menulis naskah media
6. Mengadakan tes dan revisi
3.C
ASPEK PENTING DALAM PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK
A. Aspek Pembelajaran
Norma dalam pembuatan media pembelajaran berbasis TIK harus memvisualkan konsep yang dianggap abstrak atau sukar diterima secara deskriptif oleh siswa. Hal-hal yang perlu diperhatiakan :
1. Rumusan judul
2. Rumusan tujuan pembelajaran
3. Apersepsi
B. Peranan Desain Kominikasi Visual (DVK) dalam perencanaan Media Pembelajaran Berbasis TIK
Kominikasi visual adalah ilmu yang mempelajari dan mengembangkan bahasa visual ( sematik, sintatik, dan pragmatik ) untuk keperluan informasi dan komunikasi. Perencanaan dilakukan dengan mengeksplorasi budaya lokal, berorientasi budaya nusantara dan berwawasan budaya global atau universal, untuk kebutuhan publikasi, promosi dan pemasarn serta menggunakan media informasi masal atau individu tercetak (otatis), atau media informasi masa atau individu elektronik (gerak). Sehingga pesan dapat dimengerti, diterima dan dapat mengubah sifat sasaran. Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal berikut:
1. Komunikatif
2. Kreatif
3. Sederhana
4. Unity
5. Penggambaran objek dalam bentuk image yang presentatif
6. Pemilihan warna yang sesuai
7. Tipografi ( front dan susunan huruf)
8. Tata letak (lay-out)
9. Unsur visual bergerak (animasi dan atau image)
10. Navigasi (icon)
3D ANALISIS KARAKTERISTIK SISWA
Pengertian Karakteristik Siswa
Keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dari lingkungan sosialnya, sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya (Sudirman, 1990)
Manfaat Analisis Karakteristik Siswa
1. Guru dapat memperoleh kemampuan awal siswa sebagai landasan dalam memberikan materi lanjutan
2. Guru dapat mengetahui latar belakang sisw adan keluarga siswa, sehingga guru dapat menyajikan bahan serta metode serasi dan efisien.
3. Guru dapat mengetahui tingkat pertumbuhan aspirasi dan kebutuhan siswa.
4. Mengetahui tingkat penguasaan yang diperoleh siswa sebelumnya.
Klasifikasi Karakteristik Siswa
1. Pribadi dan lingkungan
2. Psikis
Klasifikasi Karakteristik Siswa Berdasarkan Materi
Aliran yang berkaitan dengan potensi siswa menerima pendidikan :
1. Nativisme
2. Empirisme
3. Konvergensi
Klasifikasi Kecerdasan
Modalitas Belajar
- Siswa visual N
- Siswa auditorial O
- Siswa kinestetik N
Thurstone mendeskripsikan kecerdasan dan keberbakatan menjadi beberapa faktor kemampuan yang dikenal dengan faktor ganda, yaitu :
1. Kemampuan verbal
2. Kemampuan berhitung
3. Kemampuan geometris
4. Kelancaran kata
5. Penalaran
3E BAGAIMANA MERUMUSKAN TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN YANG LENGKAP DAN CERMAT
Classic mager (1975) yang memasukkan 3 komponen utama dalam rumusan tujuan : perilaku, kondisi, dan derajat (kriteria keberhasilan). Gagne dan Briggs (1979), juga dalam gagne, brigs, wager (1988), membuat modifikasi lain dengan memasukkan kapabilitas belajar tertentu dalam suatu rumusan tujuan khusus.
Kondisi bagian ini akan menjawab hal-hal berikut ini :
1. Apa itu kondisi
2. Kapan kondisi diperlukan
3. Kapan kondisi tidak diperlukan
4. Kapan kondisi dinyatakan secara cermat
5. Kapan kondisi dinyatakan secara lengkap
Definisi komponenkondisi dalam tujuan khusus pengajaran menyebutkan “sesuatu” yang secara khusus diberikan atau tidak diberikan ketika mahasiswa menampilkan perilaku yang ditetapkan dalam tujuan
Sesuatu yang dimaksud yaitu :
1. Bahan dan alat
2. Informasi
3. Lingkungan
Derajat keberhasilan
Bagian ini mendiskripsikan jawaban terhadap pernyataan-pernyataan berikut :
1. Apa itu derajat keberhasilan ?
2. Kapan derajat keberhasilan itu diperlukan ?
3. Kapan derajat keberhasilan dinyatakan secara lengkap ?
4. Kapan derajat keberhasilan dinyatakan secara cermat ?
Derajat keberhasilan dalam suatu rumusan tujuan khusus mendiskripsikan perilaku apa (atau yang bagaimana) yang dapat diterima setelah mahasiswa mencapai tujuan. Derajat atau kriteria atau keberhasilan penting sekali untuk mendiskripsikan perilaku minimal dan kriteria ini harus dikemukakan dalamrumusan tujuan khusus.
Derajat keberhasilan dikatakan lengkap apabila semua kriteria yan relevan terungkapkan dalam rumusan tujuan khusus pengajaran.
Ada 5 kriteria yang dapat digunakan untuk memenuhi maksud ini :
1. Kecermatan
2. Waktu (kecepatan)
3. Kesesuaian dengan prosedur
4. Kuantitas
5. Kualitas hasil akhir
3.F
PANDUAN PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN
A. Pengertian Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran adalah pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka meenuhi standar kompetensi yang diharapkan.
B. Jenis-jenis Materi pembelajaran
1. Fakta
2. Konsep
3. Prinsip
4. Prosedur
5. Sikap dan nilai
C. Prinsip-prinsip Pengembangan Materi
1. Relevansi = kesesuaian
2. Konsistensi = keajegan
3. Adequacy = kecukupan
Mengidentifikasi materi pembelajaran dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:
a. Potensi peserta didik
b. Kolerasi dengan karakteristik daerah
c. Tingkat pengermbangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik.
d. Kebermanfaatan bagi peserta didik.
e. Struktur keilmuan
f. Aktualitas, kedalaman, dan keleluasaan materi pembelajaran.
g. Kolerasi dengan kebutuhan peserta didi dan tuntutan lingkungan.
h. Alokasi waktu
D. Penentuan Cakupan dan Urutan Materi Pembelajaran
Dalam penentuan cakupan materi pembelajaran harus diperhatikan pakah materinya berupa aspek kognitif (fakta, konsep, prinsip dan prosedur), aspek afektif, dan psikomotor.
Sedangkan urutan materi pembelajarannya adalah:
1. Pendekatan prosedural
2. Pendekatan hierarkis
3.G
Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, maka diperlukan berbagai
terobosan, misalnya dalam pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran,
pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, dan sebagainya.
Sebagai contoh,
guru harus sungguh-sungguh memperhatikan, memikirkan dan sekaligus
merencanakan proses belajar mengajar yang pas-cocok, dan berpusat pada siswa
dengan mengembangkan pendekatan keterampilan proses sains
sebagai calon guru IPA, tentu saja
dituntut untuk lebih mendalami dan memahami tentang makna sains dan
penerapan sains; kemudian diharap juga lebih kreatif – inovatif, selain sebagai
pribadi -orang sains- juga sebagai provokator-motivator bagi murid-muridnya.
MATA KULIAH IPA TERAPAN
Deskripsi mata kuliah ini mengembangkan kompetensi penerapan IPA
dalam kehidupan sehari-hari untuk kualitas hidup manusia; mencakup
penerapan IPA dalam : (a) rumah tangga, (b) kesehatan & kedokteran, (c)
bidang pertanian, (d) peternakan, (e) kehutanan, (f) perindustrian, dan (g)
lingkungan hidup.
Standar kompetensi mata kuliah ini, yaitu : Mahasiswa paham dan memiliki
wawasan mengenai penerapan dan pemanfaatan IPA dalam kehidupan seharihari
untuk kualitas hidup manusia; mencakup penerapan IPA dalam : (a) rumah
tangga, (b) kesehatan & kedokteran, (c) bidang pertanian, (d) peternakan, (e)
kehutanan, (f) perindustrian, dan (g) lingkungan hidup.
Pada awal perkuliahan muncul kendala-kendala yang sedikit mengganggu
bagi kami, dosen pengampu mata kuliah tersebut.
Permasalahannya antara lain:
1. Jarak waktu pemberitahuan atau penunjukan dosen dengan waktu
perkuliahan pertama terlalu singkat
2. Ada tiga kelas dengan tiga dosen yang berbeda; dengan latar belakang
basic science yang berbeda.
3. Tidak ada waktu yang pas bagi kami untuk menjadi satu tim; sehingga
diputuskan untuk berjalan sendiri-sendiri dan dipersilahkan
menerjemahkan dan memberikan muatan pada materi pembelajarannya
sesuai sudut pandang masing-masing.
MATERI PEMBELAJARAN IPA TERAPAN
Topik menyeluruh materi pembelajaran yang diberikan menjabarkan
semua point dalam deskripsi mata kuliah ini. mencakup bidang
domestik-rumah tangga, kesehatan, pertanian, industri sampai bidang
lingkungan hidup.Permasalahan yang terkumpul antara lain mulai dari Air bersih, Banjir
(gangguan resapan air), Sampah, Pencemaran lingkungan, Bahan pengawet, Pupuk (pengadaan: mahal, kadang
langka atau tidak merata), dan Penanganan pasca panen hasil pertanian,
peternakan dan kehutanan.
Bertolak dari permasalahan di atas, maka disederhanakan dengan cara
dipilah-pilah dan dimasukkan ke dalam dua kelompok, yaitu:
1. Kelompok I. Menggabungkan permasalahan-permasalahan yang
umumnya muncul pada rumah tangga-rumah tangga di negara kita
2. Kelompok II. Merangkum permasalahan-permasalahan yang muncul
pada bidang pangan, pertanian dan industri.
Dari Kelompok I dan II muncul topik-topik untuk materi pembelajaran,
yaitu :
1. IPA Terapan pada Penyediaan Air Bersih
2. IPA Terapan pada Penanganan Bahan Pangan (4x pert)
3. IPA Terapan pada Penanganan Resapan Air dan Sampah (dengan Biopori)
4. IPA Terapan pada bidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Peternakan dan
Perikanan :
a. Teknologi Penanganan Produk: Pengeringan, pendinginan & freezdrying
b. Penanganan Hama, Penyakit & Gulma Tanaman yang Ramah
Lingkungan
5. IPA Terapan pada Penanganan Polusi: Fitoremediasi
6. IPA Terapan pada Masalah energi:
a. Biodiesel
b. Biogas
c. Listrik (Kincir Air Pembangkit Listrik)
topik yang sudah terpilih tersebut, kemudian disusun dalam silabus (pada
Lampiran atau ditampilkan dalam presentasi saja).
Penjabaran dan pendalaman materi pembelajaran IPA Terapan :
1. tugas penelitian (sederhana),
2. tugas observasi lapang (pada situsnya), dan
3. penerapan praktikum (rancang – bangun alat, uji coba
PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN IPA TERAPAN
Salah satu muatan untuk bekal yang bisa memotivasi antara lain :
Membuat elemen listrik sederhana, misalanya membuat baterai dari buah jeruk,
kentang atau pisang; Membuat elemen volta; membuat motor listrik sederhana.untuk memasukkan topic yang
memberi peluang mahasiswa IPA berkreasi dan mendapatkan bahan IPA
Terapan yang cocok dan bisa diterapkan oleh siswa SD –SMP
Dapat dimasukkan ke dalam materi pembelajaran pada perkuliahan
yang akan datang.
1. Penerapan elastisitas benda padat pada berbagai alat
2. Perubahan tekanan gas menjadi energy listrik pada Biogas
3. Perubahan gerak air/tekanan air menjadi energy listrik pada Kincir air
pembangkit listrik
KESIMPULAN
IPA Terapan adalah penerapan ilmu IPA untuk mengatasi permasalahan praktis;
yang bermakna luas dan bersifat dinamis. Oleh karena itu, materi pembelajaran
dalam mata kuliah IPA Terapan juga ikut bersifat dinamis, berubah –
berkembang sesuai dengan arah dan ragamnya permasalahan dan terkait dengan
kemajuan teknologi
KONSEP DAN APLIKASI MEDIA PEMBELAJARAN
1. PEMBELAJARAN SEBAGAI PROSES KOMUNIKASI
Pembelajaran dapat melibatkan dua pihak yaitu siswa sebagai
pembelajar dan guru sebagai fasilitator.
Sesuatu dikatakan hasil belajar kalau memenuhi
beberapa ciri berikut : (1) belajar sifatnya disadari, (2) hasil belajar
diperoleh dengan adanya proses,(3) Belajar membutuhkan interaksi,
proses pembelajaran merupakan proses
komunikasi, artinya didalamnya terjadi proses penyampaian pesan dari
seseorang (sumber pesan) kepada seseorang atau sekelompok orang
(penerima pesan). Komunikasi
merupakan sebuah sistem yang didalamnya terdapat beberapa
komponen yang terlibat, diantaranya komunikator, komunikan,
channel, message, feed back dan noise /barier.
Factor yang dapat mempengaruhi efektivitas sebuah komunikasi
Kemampuan berkomunikasi penyampai pesan, (2) Sikap dan pandangan penyampai pesan kepada penerima pesan dan sebaliknya. (3) Tingkat pengetahuan baik penerima maupun penyampai pesan.(4) Latar belang sosial budaya dan ekonomi penyampai pesan serta penerima pesan
B. KEDUDUKAN MEDIA DALAM SISTEM PEMBELAJARAN
Pembelajaran dikatakan
sebagai sistem karena didalamnya mengandung komponen yang saling
berkaitan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Komponen – komponen tersebut meliputi : tujuan, materi, metode, media dan evaluasi.
C. PENGERTIAN MEDIA
Media adalah perantara atau pengantar yang dimanfaatkan untuk keperluan
pembelajaran serta menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa rangka mencapai tujuan pembelajaran.
D. MANFAAT MEDIA
1. memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
2. mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
3. menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid
dengan sumber belajar.
4. memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan
kemampuan visual, auditori & kinestetiknya.
5. memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman &
menimbulkan persepsi yang sama.
E. PROSEDUR PENGEMBANGAN MEDIA
langkah-langkah dalam perencanaan media
(1). Identifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) Perumusan tujuan instruksional (instructional objective), (3) Perumusan butir-butir materi yang terperinci, (4) Mengembangkan alat pengukur keberhasilan, (4) menuliskan naskah
media, (5) merumuskan instrumen dan tes dan revisi. Untuk lebih jelasnya, lihatlah pada flow chart berikut ini.
A. Penulisan Garis Besar Program Media (GBPM)
GBPM merupakan petunjuk yang dijadikan pedoman oleh para penulis naskah di dalam penulisan naskah program media. GBPM dibuat dengan
mengacu pada analisis kebutuhan, tujuan, dan materi. GBPM disusun setelah dilakukan telaah topik yang akan dibuat programnya.
3.B
LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
Kegiatan pengembangan media pembelajaran terdiri atas 3 langkah besar yang harus diakui, yaitu ; kegiatan perencanaan, produksi dan penilaian.
Arief Sudiman dkk memberikan urutan langkah-langkah yang harus di ambil dalam pengembangan program media menjadi 6 langkah, yaitu ;
1. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa.
2. Merumuskan buti-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan.
3. Merumuskan tujuan instruksional dengan operasional dan khas.
4. Mengembangkan alat pengukur keberhasilan.
5. Menulis naskah media
6. Mengadakan tes dan revisi
3.C
ASPEK PENTING DALAM PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK
A. Aspek Pembelajaran
Norma dalam pembuatan media pembelajaran berbasis TIK harus memvisualkan konsep yang dianggap abstrak atau sukar diterima secara deskriptif oleh siswa. Hal-hal yang perlu diperhatiakan :
1. Rumusan judul
2. Rumusan tujuan pembelajaran
3. Apersepsi
B. Peranan Desain Kominikasi Visual (DVK) dalam perencanaan Media Pembelajaran Berbasis TIK
Kominikasi visual adalah ilmu yang mempelajari dan mengembangkan bahasa visual ( sematik, sintatik, dan pragmatik ) untuk keperluan informasi dan komunikasi. Perencanaan dilakukan dengan mengeksplorasi budaya lokal, berorientasi budaya nusantara dan berwawasan budaya global atau universal, untuk kebutuhan publikasi, promosi dan pemasarn serta menggunakan media informasi masal atau individu tercetak (otatis), atau media informasi masa atau individu elektronik (gerak). Sehingga pesan dapat dimengerti, diterima dan dapat mengubah sifat sasaran. Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal berikut:
1. Komunikatif
2. Kreatif
3. Sederhana
4. Unity
5. Penggambaran objek dalam bentuk image yang presentatif
6. Pemilihan warna yang sesuai
7. Tipografi ( front dan susunan huruf)
8. Tata letak (lay-out)
9. Unsur visual bergerak (animasi dan atau image)
10. Navigasi (icon)
3D ANALISIS KARAKTERISTIK SISWA
Pengertian Karakteristik Siswa
Keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dari lingkungan sosialnya, sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya (Sudirman, 1990)
Manfaat Analisis Karakteristik Siswa
1. Guru dapat memperoleh kemampuan awal siswa sebagai landasan dalam memberikan materi lanjutan
2. Guru dapat mengetahui latar belakang sisw adan keluarga siswa, sehingga guru dapat menyajikan bahan serta metode serasi dan efisien.
3. Guru dapat mengetahui tingkat pertumbuhan aspirasi dan kebutuhan siswa.
4. Mengetahui tingkat penguasaan yang diperoleh siswa sebelumnya.
Klasifikasi Karakteristik Siswa
1. Pribadi dan lingkungan
2. Psikis
Klasifikasi Karakteristik Siswa Berdasarkan Materi
Aliran yang berkaitan dengan potensi siswa menerima pendidikan :
1. Nativisme
2. Empirisme
3. Konvergensi
Klasifikasi Kecerdasan
Modalitas Belajar
- Siswa visual N
- Siswa auditorial O
- Siswa kinestetik N
Thurstone mendeskripsikan kecerdasan dan keberbakatan menjadi beberapa faktor kemampuan yang dikenal dengan faktor ganda, yaitu :
1. Kemampuan verbal
2. Kemampuan berhitung
3. Kemampuan geometris
4. Kelancaran kata
5. Penalaran
3E BAGAIMANA MERUMUSKAN TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN YANG LENGKAP DAN CERMAT
Classic mager (1975) yang memasukkan 3 komponen utama dalam rumusan tujuan : perilaku, kondisi, dan derajat (kriteria keberhasilan). Gagne dan Briggs (1979), juga dalam gagne, brigs, wager (1988), membuat modifikasi lain dengan memasukkan kapabilitas belajar tertentu dalam suatu rumusan tujuan khusus.
Kondisi bagian ini akan menjawab hal-hal berikut ini :
1. Apa itu kondisi
2. Kapan kondisi diperlukan
3. Kapan kondisi tidak diperlukan
4. Kapan kondisi dinyatakan secara cermat
5. Kapan kondisi dinyatakan secara lengkap
Definisi komponenkondisi dalam tujuan khusus pengajaran menyebutkan “sesuatu” yang secara khusus diberikan atau tidak diberikan ketika mahasiswa menampilkan perilaku yang ditetapkan dalam tujuan
Sesuatu yang dimaksud yaitu :
1. Bahan dan alat
2. Informasi
3. Lingkungan
Derajat keberhasilan
Bagian ini mendiskripsikan jawaban terhadap pernyataan-pernyataan berikut :
1. Apa itu derajat keberhasilan ?
2. Kapan derajat keberhasilan itu diperlukan ?
3. Kapan derajat keberhasilan dinyatakan secara lengkap ?
4. Kapan derajat keberhasilan dinyatakan secara cermat ?
Derajat keberhasilan dalam suatu rumusan tujuan khusus mendiskripsikan perilaku apa (atau yang bagaimana) yang dapat diterima setelah mahasiswa mencapai tujuan. Derajat atau kriteria atau keberhasilan penting sekali untuk mendiskripsikan perilaku minimal dan kriteria ini harus dikemukakan dalamrumusan tujuan khusus.
Derajat keberhasilan dikatakan lengkap apabila semua kriteria yan relevan terungkapkan dalam rumusan tujuan khusus pengajaran.
Ada 5 kriteria yang dapat digunakan untuk memenuhi maksud ini :
1. Kecermatan
2. Waktu (kecepatan)
3. Kesesuaian dengan prosedur
4. Kuantitas
5. Kualitas hasil akhir
3.F
PANDUAN PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN
A. Pengertian Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran adalah pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka meenuhi standar kompetensi yang diharapkan.
B. Jenis-jenis Materi pembelajaran
1. Fakta
2. Konsep
3. Prinsip
4. Prosedur
5. Sikap dan nilai
C. Prinsip-prinsip Pengembangan Materi
1. Relevansi = kesesuaian
2. Konsistensi = keajegan
3. Adequacy = kecukupan
Mengidentifikasi materi pembelajaran dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:
a. Potensi peserta didik
b. Kolerasi dengan karakteristik daerah
c. Tingkat pengermbangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik.
d. Kebermanfaatan bagi peserta didik.
e. Struktur keilmuan
f. Aktualitas, kedalaman, dan keleluasaan materi pembelajaran.
g. Kolerasi dengan kebutuhan peserta didi dan tuntutan lingkungan.
h. Alokasi waktu
D. Penentuan Cakupan dan Urutan Materi Pembelajaran
Dalam penentuan cakupan materi pembelajaran harus diperhatikan pakah materinya berupa aspek kognitif (fakta, konsep, prinsip dan prosedur), aspek afektif, dan psikomotor.
Sedangkan urutan materi pembelajarannya adalah:
1. Pendekatan prosedural
2. Pendekatan hierarkis
3.G
Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, maka diperlukan berbagai
terobosan, misalnya dalam pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran,
pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, dan sebagainya.
Sebagai contoh,
guru harus sungguh-sungguh memperhatikan, memikirkan dan sekaligus
merencanakan proses belajar mengajar yang pas-cocok, dan berpusat pada siswa
dengan mengembangkan pendekatan keterampilan proses sains
sebagai calon guru IPA, tentu saja
dituntut untuk lebih mendalami dan memahami tentang makna sains dan
penerapan sains; kemudian diharap juga lebih kreatif – inovatif, selain sebagai
pribadi -orang sains- juga sebagai provokator-motivator bagi murid-muridnya.
MATA KULIAH IPA TERAPAN
Deskripsi mata kuliah ini mengembangkan kompetensi penerapan IPA
dalam kehidupan sehari-hari untuk kualitas hidup manusia; mencakup
penerapan IPA dalam : (a) rumah tangga, (b) kesehatan & kedokteran, (c)
bidang pertanian, (d) peternakan, (e) kehutanan, (f) perindustrian, dan (g)
lingkungan hidup.
Standar kompetensi mata kuliah ini, yaitu : Mahasiswa paham dan memiliki
wawasan mengenai penerapan dan pemanfaatan IPA dalam kehidupan seharihari
untuk kualitas hidup manusia; mencakup penerapan IPA dalam : (a) rumah
tangga, (b) kesehatan & kedokteran, (c) bidang pertanian, (d) peternakan, (e)
kehutanan, (f) perindustrian, dan (g) lingkungan hidup.
Pada awal perkuliahan muncul kendala-kendala yang sedikit mengganggu
bagi kami, dosen pengampu mata kuliah tersebut.
Permasalahannya antara lain:
1. Jarak waktu pemberitahuan atau penunjukan dosen dengan waktu
perkuliahan pertama terlalu singkat
2. Ada tiga kelas dengan tiga dosen yang berbeda; dengan latar belakang
basic science yang berbeda.
3. Tidak ada waktu yang pas bagi kami untuk menjadi satu tim; sehingga
diputuskan untuk berjalan sendiri-sendiri dan dipersilahkan
menerjemahkan dan memberikan muatan pada materi pembelajarannya
sesuai sudut pandang masing-masing.
MATERI PEMBELAJARAN IPA TERAPAN
Topik menyeluruh materi pembelajaran yang diberikan menjabarkan
semua point dalam deskripsi mata kuliah ini. mencakup bidang
domestik-rumah tangga, kesehatan, pertanian, industri sampai bidang
lingkungan hidup.Permasalahan yang terkumpul antara lain mulai dari Air bersih, Banjir
(gangguan resapan air), Sampah, Pencemaran lingkungan, Bahan pengawet, Pupuk (pengadaan: mahal, kadang
langka atau tidak merata), dan Penanganan pasca panen hasil pertanian,
peternakan dan kehutanan.
Bertolak dari permasalahan di atas, maka disederhanakan dengan cara
dipilah-pilah dan dimasukkan ke dalam dua kelompok, yaitu:
1. Kelompok I. Menggabungkan permasalahan-permasalahan yang
umumnya muncul pada rumah tangga-rumah tangga di negara kita
2. Kelompok II. Merangkum permasalahan-permasalahan yang muncul
pada bidang pangan, pertanian dan industri.
Dari Kelompok I dan II muncul topik-topik untuk materi pembelajaran,
yaitu :
1. IPA Terapan pada Penyediaan Air Bersih
2. IPA Terapan pada Penanganan Bahan Pangan (4x pert)
3. IPA Terapan pada Penanganan Resapan Air dan Sampah (dengan Biopori)
4. IPA Terapan pada bidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Peternakan dan
Perikanan :
a. Teknologi Penanganan Produk: Pengeringan, pendinginan & freezdrying
b. Penanganan Hama, Penyakit & Gulma Tanaman yang Ramah
Lingkungan
5. IPA Terapan pada Penanganan Polusi: Fitoremediasi
6. IPA Terapan pada Masalah energi:
a. Biodiesel
b. Biogas
c. Listrik (Kincir Air Pembangkit Listrik)
topik yang sudah terpilih tersebut, kemudian disusun dalam silabus (pada
Lampiran atau ditampilkan dalam presentasi saja).
Penjabaran dan pendalaman materi pembelajaran IPA Terapan :
1. tugas penelitian (sederhana),
2. tugas observasi lapang (pada situsnya), dan
3. penerapan praktikum (rancang – bangun alat, uji coba
PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN IPA TERAPAN
Salah satu muatan untuk bekal yang bisa memotivasi antara lain :
Membuat elemen listrik sederhana, misalanya membuat baterai dari buah jeruk,
kentang atau pisang; Membuat elemen volta; membuat motor listrik sederhana.untuk memasukkan topic yang
memberi peluang mahasiswa IPA berkreasi dan mendapatkan bahan IPA
Terapan yang cocok dan bisa diterapkan oleh siswa SD –SMP
Dapat dimasukkan ke dalam materi pembelajaran pada perkuliahan
yang akan datang.
1. Penerapan elastisitas benda padat pada berbagai alat
2. Perubahan tekanan gas menjadi energy listrik pada Biogas
3. Perubahan gerak air/tekanan air menjadi energy listrik pada Kincir air
pembangkit listrik
KESIMPULAN
IPA Terapan adalah penerapan ilmu IPA untuk mengatasi permasalahan praktis;
yang bermakna luas dan bersifat dinamis. Oleh karena itu, materi pembelajaran
dalam mata kuliah IPA Terapan juga ikut bersifat dinamis, berubah –
berkembang sesuai dengan arah dan ragamnya permasalahan dan terkait dengan
kemajuan teknologi
Kamis, 04 Oktober 2012
REFLEKSI MINGGU KE-4
*Yang saya peroleh hari ini
alhamdulilah hari ini saya tidak terlambat dan bisa mengikuti kegiatan erkuliahan dari awal hingga akhir sehingga saat kegiatan perkuliahan saya tidak tertinggal seperti minggu kemarin.
dan alhamdulilah sekali tugas yang di berikan hari ini dapat dikerjakan dengan lancar oleh saya bersama dengan kelompok. dan alhamdulilah dapat merangkum tepat waktu.
*Yang belum saya pahami
saya masih bingung dengan Tugas Diskusi dirumah, webnya kurang jelas dan tadi saya klik malah isinya gak nyambung.
*yang harus saya lakukan
yang harus saya lakukan yaitu observasi lagi ke SD dan menanyakan kepada guru dan siswa, apakah ada media pembelajaran, seperti komputer, laptop, dan lain sebagainya..
kemudian menanyakan apakah suka memainkan game, atau tidak..
*kekhawatiran
kekhaawatiran saya yaitu saya takut kuraang memahami materi yang di sampaikan dan keterbatasan dalam membuat media pembelajaran..
*harapan
harapan saya yaitu berusaha selalu tepat waktu, mengerjakan tugas dengan tepat dan baik, dan saya juga masih b erharap mendapatkan nilai A.
Tugas : Tehnik Pemilihan Media
TEKNIK PEMILIHAN
MEDIA
DASAR PERTIMBANGAN PEMILIHAN MEDIA
A. Alasan teoritis pemilihan media
Alasan pokok pemilihan media dalam pembelajaran di dasarkan kepada konsep pembelajaran sebagai sebuah sistem yang didalamnya terdapat suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling terkaitan untuk mencapai tujuan. Pentingnya pemilihan media dengan melihan kedudukan dalam pembelajaran dapat dilihat dengan model sistem pembelajaran yang dikemukakan oleh Gerlach dan Eli.
B. Alasan praktis pemilihan media
Menurut Arif Sudiman
a. Demonstration
b. Familiarity
c. Clarity
d. Active Learning
KRITERIA PEMILIHAN MEDIA
A. Kriteria umum pemilihan media
1. Kesesuaian dengan tujuan
2. Kesesuaian dengan fasilitas
3. Kesesuaian dengan gaya belajar
4. Kesesuaian dengan gaya materi
5. Kesesuaian dengan gaya karakteristik siswa dengan teori
B. Kriteria khusus
1. Access
2. Cost
3. Technology
4. Interactivity
5. Organization
6. Novelty
PROSEDUR PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN
Prosedur dalam pemilihan media secara umum dalam 2 format, menurut Arif Sadiman :
A. Format pemilihan media
1. Format howchart
Menggunakan sistem pengguguran atau eliminasi dalam pengambilan keputusan jika salah satu beropsi tidak maka gugur dan berpindah kepada langkah selanjudnya.
2. Format matrik
Menggunakan proses keputusan pemilihan sampai semua kriterianya dipertimbangkan
3. Format cheklist
Mennangguhkan proses keputusan pemilihan sampai semua kriteria yang dipertimbangkan.
2. Prosedur Pemilihan Model Assure
Prosedure pemilihan media dapat dianalisis gengan menggunakan prosedur berbagai format, baik matrik, ceklist maupun flowcart. Cara lain dapat menggunakan pola Assure. Model dari heich dari masing-masing huruf. Menurut model ini apabila kita akan memilih media lakukan dengan mengikuti prosedur sesuai tahapan Assure.
Analisis Learner Characteristics
Tahap pertama melakukan analisis caracter siswa, caracter siswa ada 2, umum dan khusus.
Umum usia
Pengalaman belajar sebelumnya
Latar belakang keluarga
Sosial budaya
Ekonomi
Khusus Pengetahuan
Sikap yang dimiliki siswa
State objectives
Menentukan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang diharapkan tercapai
Select Modift or Design Materials.
Kegiatan memilih media, memodifikasi media yang sudah ada atau merancanfg sesuai kebutuhan.
Litilize Materials
Setelah memilih media dipilih sesuai dengan karakter siswa, tujuan pembelajaran lalu langkah selanjutnya digunakan media dalam pembelajaran.
Requie Learner Respose
Selanjutnya perlu diamati bagaimana respon siswa terhadap penggunaan media tersebut.
Evaluate
Terhadap akhir dalam pemilihan model Assure adalah melalukan evaluasi. Proses menurut keputusan tentang nilai suatu objek yang tidak hanya berdasarkan hasil pengukuran, melainkan dengan hasil pengamatan
2. Prosedur Pemilihan Media Model Anderson
Komponen yang menjadi fokus perhatian adalah tujuan, metode dan karakteristik media itu sendiri. Tujuan berkaitan dengan efektivitas media yang dibuat, artinya baik atau tidaknya sebuah media yang dipiilih dapat dilihat dari ketercapaian tujuannya, semakin banyak tujuan pembelajaran tercapai maka semakin baik media tersebut, begitu juga sebaliknya.
Tahap –tahap pemilihan media model anderson:
1. menentukan karakteristik pesan yang akan disampaikan
2. mengkaji bagaimana metode yang tepat sesuai dengan karakteristik pesan
3. pembelajaran.
4. Pesan pembelajaran perlu dianalisis lebih operasional terutama kaitannya dengan karakteristik tujuan
5. menentukan media yang cocok dan sesuai
6. dengan tujuan dan sesuai dengan karakteristik siswa
7. Langkah terakhir adalah melakukan perencanaan untuk pengembangan dan produksi media.
8. Evaluasi perlu dilakukan untuk mempertimbangkan lebih matang kelebihan dan kekurangan media yang telah menjadi pilihan.
MEDIA
DASAR PERTIMBANGAN PEMILIHAN MEDIA
A. Alasan teoritis pemilihan media
Alasan pokok pemilihan media dalam pembelajaran di dasarkan kepada konsep pembelajaran sebagai sebuah sistem yang didalamnya terdapat suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling terkaitan untuk mencapai tujuan. Pentingnya pemilihan media dengan melihan kedudukan dalam pembelajaran dapat dilihat dengan model sistem pembelajaran yang dikemukakan oleh Gerlach dan Eli.
B. Alasan praktis pemilihan media
Menurut Arif Sudiman
a. Demonstration
b. Familiarity
c. Clarity
d. Active Learning
KRITERIA PEMILIHAN MEDIA
A. Kriteria umum pemilihan media
1. Kesesuaian dengan tujuan
2. Kesesuaian dengan fasilitas
3. Kesesuaian dengan gaya belajar
4. Kesesuaian dengan gaya materi
5. Kesesuaian dengan gaya karakteristik siswa dengan teori
B. Kriteria khusus
1. Access
2. Cost
3. Technology
4. Interactivity
5. Organization
6. Novelty
PROSEDUR PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN
Prosedur dalam pemilihan media secara umum dalam 2 format, menurut Arif Sadiman :
A. Format pemilihan media
1. Format howchart
Menggunakan sistem pengguguran atau eliminasi dalam pengambilan keputusan jika salah satu beropsi tidak maka gugur dan berpindah kepada langkah selanjudnya.
2. Format matrik
Menggunakan proses keputusan pemilihan sampai semua kriterianya dipertimbangkan
3. Format cheklist
Mennangguhkan proses keputusan pemilihan sampai semua kriteria yang dipertimbangkan.
2. Prosedur Pemilihan Model Assure
Prosedure pemilihan media dapat dianalisis gengan menggunakan prosedur berbagai format, baik matrik, ceklist maupun flowcart. Cara lain dapat menggunakan pola Assure. Model dari heich dari masing-masing huruf. Menurut model ini apabila kita akan memilih media lakukan dengan mengikuti prosedur sesuai tahapan Assure.
Analisis Learner Characteristics
Tahap pertama melakukan analisis caracter siswa, caracter siswa ada 2, umum dan khusus.
Umum usia
Pengalaman belajar sebelumnya
Latar belakang keluarga
Sosial budaya
Ekonomi
Khusus Pengetahuan
Sikap yang dimiliki siswa
State objectives
Menentukan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang diharapkan tercapai
Select Modift or Design Materials.
Kegiatan memilih media, memodifikasi media yang sudah ada atau merancanfg sesuai kebutuhan.
Litilize Materials
Setelah memilih media dipilih sesuai dengan karakter siswa, tujuan pembelajaran lalu langkah selanjutnya digunakan media dalam pembelajaran.
Requie Learner Respose
Selanjutnya perlu diamati bagaimana respon siswa terhadap penggunaan media tersebut.
Evaluate
Terhadap akhir dalam pemilihan model Assure adalah melalukan evaluasi. Proses menurut keputusan tentang nilai suatu objek yang tidak hanya berdasarkan hasil pengukuran, melainkan dengan hasil pengamatan
2. Prosedur Pemilihan Media Model Anderson
Komponen yang menjadi fokus perhatian adalah tujuan, metode dan karakteristik media itu sendiri. Tujuan berkaitan dengan efektivitas media yang dibuat, artinya baik atau tidaknya sebuah media yang dipiilih dapat dilihat dari ketercapaian tujuannya, semakin banyak tujuan pembelajaran tercapai maka semakin baik media tersebut, begitu juga sebaliknya.
Tahap –tahap pemilihan media model anderson:
1. menentukan karakteristik pesan yang akan disampaikan
2. mengkaji bagaimana metode yang tepat sesuai dengan karakteristik pesan
3. pembelajaran.
4. Pesan pembelajaran perlu dianalisis lebih operasional terutama kaitannya dengan karakteristik tujuan
5. menentukan media yang cocok dan sesuai
6. dengan tujuan dan sesuai dengan karakteristik siswa
7. Langkah terakhir adalah melakukan perencanaan untuk pengembangan dan produksi media.
8. Evaluasi perlu dilakukan untuk mempertimbangkan lebih matang kelebihan dan kekurangan media yang telah menjadi pilihan.
REFLEKSI MINGGU KE 3
REFLEKSI MINGGU KE - 3
*yang saya peroleh hari ini
saya mengetahui bagaimana tehnik membuat media pembelajaran. yaitu bagamimana cara meringkas biar cepet dan efisien..
dengan mencari di mbah google
*yang belum dipahami
waktu pertemuan kemarin saya terlambat masuk, sehingga saya kurang mengerti apa yang dibicarakan dosen dan sudah bertanyapun saya masih bingung. hhehee...
*yang harus saya lakukan
yang harus saya lakukan yaitu saya bsk tidak mau datang terlambat lagi, dan saya harus selalu membawa leptop agar tidak tertinggal. karena dalam mata kuliah ini sangat membutuhkan penggunaan media laptop. dan berusaha memahami penjekasan dosen.
*kekhawatiran
kekhawatiran saya masih sama seperti minggu-minggu lalu yaitu khawatir tidak bisa mengerjakan tugas secara maksimal dan tidak mengerti apa yang dijelaskan dosen, selalu bingung. huhu..
*harapan
harapan saya yaitu bisa dong dan jelas setiap dosen menjelaskan, dan yang jelas saya besok tidak akan terlambat lagi, agar tidak ketinggalan materi.
*yang saya peroleh hari ini
saya mengetahui bagaimana tehnik membuat media pembelajaran. yaitu bagamimana cara meringkas biar cepet dan efisien..
dengan mencari di mbah google
*yang belum dipahami
waktu pertemuan kemarin saya terlambat masuk, sehingga saya kurang mengerti apa yang dibicarakan dosen dan sudah bertanyapun saya masih bingung. hhehee...
*yang harus saya lakukan
yang harus saya lakukan yaitu saya bsk tidak mau datang terlambat lagi, dan saya harus selalu membawa leptop agar tidak tertinggal. karena dalam mata kuliah ini sangat membutuhkan penggunaan media laptop. dan berusaha memahami penjekasan dosen.
*kekhawatiran
kekhawatiran saya masih sama seperti minggu-minggu lalu yaitu khawatir tidak bisa mengerjakan tugas secara maksimal dan tidak mengerti apa yang dijelaskan dosen, selalu bingung. huhu..
*harapan
harapan saya yaitu bisa dong dan jelas setiap dosen menjelaskan, dan yang jelas saya besok tidak akan terlambat lagi, agar tidak ketinggalan materi.
Langganan:
Komentar (Atom)